
Balikpapan, Kalimantan Timur – Kehebohan melanda masyarakat Balikpapan ditemukannya bangkai paus sperma dengan berat 40 ton terdampar di perairan Muara Teritip. Mamalia laut raksasa ini ditemukan terdampar sejak senin [22/9/2024] dan akhirnya mati. Kejadian ini menjadi sorotan publik dan memicu keprihatinan akan kondisi lingkungan laut di wilayah tersebut.
Hingga saat ini, penyebab pasti kematian paus sperma tersebut masih belum diketahui secara pasti. Beberapa dugaan sementara yang muncul antara lain:
- Terlilit Jaring: Kemungkinan paus terlilit jaring atau sampah laut sehingga mengalami kesulitan bernapas dan akhirnya mati.
- Keracunan: Pencemaran laut akibat aktivitas manusia dapat menyebabkan keracunan pada hewan laut, termasuk paus.
- Penyakit: Paus mungkin mengalami penyakit yang menyebabkan tubuhnya melemah dan akhirnya mati.

Paus Sperma yang di temukan terdampar di pesisir pantai Balikpapan
Untuk mengetahui penyebab pasti kematian, tim ahli dari Pengawas Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan melakukan nekropsi atau otopsi pada bangkai paus. Hasil nekropsi diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai penyebab kematian dan kondisi kesehatan paus sebelum mati.
Juru Kampanye Laut Greenpeace Indonesia Afdillah menilai kematian paus di Teluk Balikpapan merupakan peringatan penting bahwa wilayah laut Indonesia jalur migrasi kunci bagi beragam termasuk spesies spesies langka dan dilindungi seperti paus sperma. Afdillah menengarai pembangunan Ibu Kota Nusantara ( IKN ) menjadi salah satu penyebab matinya jeda sperma ini. Pembangunan IKN tidak hanya berdampak pada ekosistem di darat, tetapi juga berdampak pada ekosistem laut.
Karena sebagian besar mobilisasi menuju IKN melalui laut sehingga meningkatkan kesibukan/intensitas transportasi di jalur pelayaran di Teluk Balikpapan. Tentu saja, pembangunan IKN mengganggu ekosistem laut di sekitarnya, termasuk jalur migrasi jeda karena sistem navigasi ikan jeda sangat sensitif dan rentan terganggu oleh aktivitas pelayaran, ujar Afidillah, Jumat (27/9/2024).
Kematian paus sperma ini menjadi alarm bagi kita semua akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan laut. Paus sperma merupakan salah satu spesies kunci dalam ekosistem laut. Keberadaannya sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut. Kita semua memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian alam untuk generasi mendatang.
